Total Quality Management - INTERELASI DELAPAN PRINSIP MANAJEMEN MUTU PADA PT. INDOSAT Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada Perekonomian Pasar Bebas, setiap perusahaan dituntut untuk mampu
memberikan kualitas pada produknya agar mampu bertahan dalam persaingan,
baik memberikan produk-produk yang bermutu baik, bebas cacat, sesuai dengan
selera konsumen, harganya murah, dan sebagainya.
Perkembangan perusahaan sangat dinamis di abad perdagangan bebas seperti
saat ini. Kuantitas perusahaan bukan hanya dari perusahaan yang lahir pada
era globalisasi dan sejumlah perusahaan asing namun juga dari
perusahaan-perusahaan dari masa lalu, yaitu perusahaan yang lahir sebelum
era globalisasi. Perkembangan perdagangan dunia menuntut
perusahaan-perusahaan yang sudah ada untuk tetap dapat bertahan agar
bersaing dengan perusahaan rintisan dan tetap terus memperoleh keuntungan
terutama terhadap perolehan atas kesetiaan konsumen dalam market leader.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka muncullah filosofi baru yang
menghendaki perubahan perilaku pada semua tingkat organisasi dan menaruh
perhatian pada pentingnya kepuasan konsumen, yang dikenal dengan Total Quality Management (TQM) yang dalam bahasa Indonesianya
diterjemahkan Manajemen Mutu Terpadu. Pada dasarnya, Total Quality Management (TQM) ini merupakan suatu sistem yang
mengetengahkan mutu sebagai usaha yang berorientasi pada kepuasan konsumen
dengan melibatkan seluruh anggota organisasi.
Untuk memenuhi tuntutan konsumen akan produk yang bermutu, maka disusunlah
suatu standar mutu. Setiap produk yang mempunyai standar mutu yang
berbeda-beda antara produk yang satu dengan produk lainnya, sedangkan
jumlah dan kebutuhan konsumen berbeda-beda, maka standar mutu suatu produk
akan banyak sekali. Berdasarkan hal tersebut, penyeragaman mutu sangat
diperlukan agar standar mutu yang beraneka-ragam itu menjadi jelas dan
dapat diterima oleh semua pihak.
Persaingan yang kuat diantara sesama perusahaan menuntut setiap perusahaan
berusaha dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan kinerjanya masing-masing.
Tidak hanya itu, perusahaan juga harus mampu untuk mengatasi segala kendala
yang dapat menghambat perkembangan perusahaan agar kelangsungan hidup
perusahaan dapat terjamin. Untuk mencapai visi masa depan organisasi dan
bagaimana memasukan program Total Quality Management (TQM) yang
tepat, mendisain proses perubahan yang komprehensif, implementasi Total Quality Management (TQM) dan kaitannya dengan sistem baru,
dan legalitas kelembagaan. Total Quality Management (TQM)
mengarahkan perusahaan pada continous improvement yang dapat
mewujudkan kepuasan konsumen secara total dan terus menerus. Total Quality Management (TQM) memberikan jawaban pada organisasi
atau perusahaan terhadap tantangan global yang semakin sulit, komplek dan
cepat perubahannya. Total Quality Management (TQM) dapat
diterapkan untuk setiap perusahaan besar maupun perusahaan kecil, industri
manufaktur atau jasa, dan atau swasta.
1.2
Tujuan Penulisan
1.2.1 Menjelaskan tentang konsep interelasi delapan prinsip manajemen mutu.
1.2.2 Menjelaskan penerapan manajemen mutu pada PT. Indosat Tbk.
1.2.3 Menjelaskan dimensi/elemen kualitas pada Total Quality Management (TQM).
1.3
Manfaat Penulisan
Dari tujuan penulisan di atas maka dapat diperoleh manfaat penulisan
sebagai berikut :
1.3.1 Mengetahui tentang konsep interelasi delapan prinsip manajemen mutu.
1.3.2 Mengetahui penerapan manajemen mutu pada PT. Indosat Tbk.
1.3.3 Mengetahui dimensi/elemen kualitas pada Total Quality Management (TQM).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Interelasi Delapan Prinsip Manajemen Mutu
1.
Prinsip Fokus Pada Pelanggan
Organisasi tergantung pada pelanggan mereka. Karena itu, manajemen
organisasi harus memahami kebutuhan pelanggan sekarang dan yang akan
datang, harus memenuhi kebutuhan pelanggan dan giat berusaha melebihi
harapan pelanggan.
2.
Kepemimpinan
Pimpinan puncak organisasi menetapkan kesatuan tujuan dan arah dari
organisasi. Mereka harus menciptakan dan memelihara lingkungan internal
agar orang-orang dapat menjadi terlibat secara penuh dalam mencapai
tujuan-tujuan organisasi.
3.
Pelibatan Orang
Orang pada semua tingkat merupakan faktor yang sangat penting dari suatu
organisasi dan keterlibatan mereka secara penuh akan meningkatkan kemampuan
mereka digunakan untuk manfaat organisasi.
4.
Pendekatan Proses
Suatu hasil yang diinginkan akan tercapao secara lebih efisien, apabila
aktivitas dan sumber-sumber daya yang berkaitan dikelola sebagai suatu
proses. Suatu proses mengubah masukan (input) terukur kedalam keluaran
(output) terukur melalui sejumlah langkah berurutan yang terorganisasi.
5.
Pendekatan Sistem pada Manajemen
Pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan dari proses-proses yang
saling berkaitan sebagai suatu sistem akan memberikan kontribusi pada
efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuannya.
6.
Perbaikan Berkesinambungan
Perbaikan berkesinambungan dari kinerja organisasi secara keseluruhan harus
menjadi tujuan tetap dari organisasi. Perbaikan berkesinambungan
didefinisikan sebagai suatu proses yang berfokus pada upaya terus-menerus
meningkatkan efektivitas dan/atau efisiensi organisasi untuk memenuhi
kebijakan dan tujuan dari organisasi itu. Perbaikan berkesinambungan
membutuhkan langkah-langkah konsolidasi yang progresif, merespon
perkembangan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan sehingga akan menjamin
suatu evolusi dinamis dari sistem manajemen mutu.
7.
Pendekatan Fakta pada Pengambilan Keputusan
Keputusan yang efektif adalah yang berdasarkan pada analisis data dan
informasi untuk menghilangkan akar penyebab masalah, sehingga
masalah-masalah mutu dapat terselesaikan secara efektif dan efisien.
Keputusan manajemen organisasi sebaiknya ditujukan untuk meningkatkan
kinerja organisasi dan efektivitas implementasi sistem manajemen mutu.
8.
Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok
Suatu organisasi dan pemasoknya adalah saling tergantung dan suatu hubungan
yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan bersama dalam
menciptakan nilai tambah.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Penerapan Manajemen Mutu pada PT. Indosat Tbk
Pihak manajemen PT. Indosat Tbk telah menerapkan prinsip Manajemen Mutu,
yang pada dasarnya adalah untuk meningkatkan mutu produk agar para konsumen
merasa puas dengan produk yang mereka beli. Berpatokan pada hal inilah,
Indosat selalu berusaha untuk meningkatkan mutu produk, melakukan
inovasi-inovasi, melakukan penelitian-penelitian tentang keinginan konsumen
dan hal-hal lain yang turut mendukung terciptanya kepuasan pelanggan.
Perkembangan jasa telekomunikasi di Indonesia yang cepat serta perkembangan
teknologi gadget yang saat ini sedang ramai dengan handphone smartphone dan
seiring pertumbuhan permintaan pada jasa dan jangkauan telekomunikasi,
menuntut dipenuhinya kepuasan pelanggan sebagai kunci sukses dalam era
komunikasi. Dengan banyaknya pilihan paket SMS, Telpon, dan Internet guna
menunjang kebutuhan komunikasi memudahkan para pelanggannya untuk dapat
menikmati paket sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu dengan sistem
pembayaran Prabayar dan Pascabayar yang dapat dipilih oleh para pelanggan.
1.
Focus on Customer
(Orientasi pada Pelanggan)
Salah satu karakteristik yang sangat menonjol dari perusahaan/organisasi
yang menerapkan Manajemen Mutu adalah pada tujuan utama perusahaan yang
mengarah pada tercapainya kepuasan pelanggan ( Customer Satisfaction) yang optimal. Untuk mengukurnya memang
diperlukan kesungguhan untuk mencari fakta, bagaimana feedback
yang diberikan oleh pelanggan atas produk yang kita sajikan.
Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi kedua terbesar di Indonesia juga
tentu ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya. Galeri
Indosat sebagai tempat untuk komplain (Customer Voice) tentang
masalah/keluhan-keluhan yang terjadi selama penggunaan kartu Indosat dengan
Customer Service yang ramah yang akan siap melayani keluhan pelanggan
seperti sim card hilang, sim card tidak ada/hilang sinyal, pulsa terpotong
dan lain-lainnya. Yang tentunya guna menunjang kepuasan pelanggan terhadap
pelayanan Indosat yang langsung menyentuh pelanggannya.
Dengan image perusahaan yang baik, Indosat juga memiliki produk
sayng banyak karena masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang
konsumtif dimana setiap individu tertarik untuk memcoba sesuatu yang baru
dimana produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan mereka untuk keperluan
komunikasi baik telepon, SMS dan internet.
Indosat berusaha untuk mendapatkan pelanggan yang produktif agar biasa
berkontribusi secara positif ke kinerja perseroan, perusahaan tidak ingin
masyarakat membeli kartu perdana lalu dibuang, perusahaan ingin selamanya
masyarakat memakai kartu Indosat dan memanfaatkannya dengan baik,
perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kepuasan masyarakat, Indosat
menyusun strategi untuk mendapatkan pelanggan produktif dengan membuat
produk yang sesuai dengan kebutuhan seperti Kartu IM3 Cool yang di
posisikan untuk anak muda yang banyak menggunakan telepon, SMS dan
internet. Produk yang ditawarkan adalah Kartu Prabayar IM3 Cool dengan
bonus komunitas serta harga paket yang lebih murah dan perusahaan terus
mencoba berusaha untuk memuaskan konsumennya.
2.
Kepemimpinan
Karyawan mmerupakan aset utama, sehingga Indosat berkomitmen untuk
menciptakan lingkungan kerja dimana karyawan dapat bekerja dengan sejahtera
dan memberikan kemampuan mereka yang terbaik. Pemimpin mendorong karyawan
untuk menyeimbangkan kerja dengan kehidupan sosial dalam lingkungan kantor.
Pertemuan karyawan yang disponsori oleh perusahaan, di samping berbagai
acara kesenian dan olahraga, adalah beberapa cara untuk mempererat ikatan
di antara karyawan di luar hubungan kerja formal. Produktivitas kerja juga
terkait erat dengan kesejahteraan karyawan, yaitu ukuran kepuasan karyawan
bahwa dengan menjalankan pekerjaan dengan baik, berarti mereka melakukannya
untuk kesejahteraan mereka sendiri termasuk kesejahteraan anggota keluarga.
Indosat mendirikan Koperasi Karyawan, yang menyediakan berbagai manfaat
untuk anggotanya seperti pinjaman lunak untuk tujuan konsumtif.
3.
Total Participation
(Partisipasi yang Menyeluruh dan Terpadu)
Revolusi pemikiran ketiga yang ada pada Total Quality Management
(TQM) ini menekankan bahwa, Aspek Manusia adalah faktor utama yang akan
menentukan keberhasilan operasional sistem manajemen ini. Total Quality Management (TQM) adalah suatu mass movement
, yaitu sistem manajemen yang melibatkan setiap orang dalam perusahaan
untuk bekerja selektif dan mempunyai tujuan akhir yang sama, yakni
menyajikan KEPUASAN bagi pelanggan, melalui kegiatan perbaikan/peningkatan
mutu yang berkesinambungan.
Dalam usaha mewujudkan kepuasan pelanggan semaksimal mungkin, perusahaan
dituntut untuk fokus pada setiap dimensi yang menjadi penentu kualitas
layanan. Kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila karyawan dapat memberikan
totalitas pelayanan terhadap pelanggan. Dengan kata lain, kepuasan
pelanggan ditentukan oleh kinerja karyawan yang baik. Sedangkan mampu
tidaknya karyawan memberikan kinerja terbaiknya dipengaruhi oleh kepuasan
si karyawan itu sendiri.
Indosat berupaya menciptakan lingkungan kerja yang positif bagi seluruh
karyawan. Tujuannya adalah untuk menyediakan lingkungan di mana karyawan
dapat menikmati pekerjaan mereka dan saat bersamaan juga didorong
memberikan kemampuan terbaik mereka. Karyawan Indosat disediakan ruang
kerja yang nyaman, aman dan sehat untuk melakukan pekerjaannya. Kebijakan
dilarang merokok diberlakukan di semua area kantor, sementara bangunan
kantor dilengkapi dengan fasilitas seperti kantin, mushola, ruang menyusui,
perpustakaan, klinik, dan fasilitas olahraga.
4.
Pendekatan Proses
Tujuan pendekatan proses adalah untuk memudahkan pengukuran dan
pengendalian kinerja setiap metoda tahapan proses dan pencapaian kriteria
mutunya, disamping untuk memudahkan pihak manajemen menyediakan sumber daya
yang cukup, termasuk kemampuan mengelola transformasi dari masukan menjadi
keluaran sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Perlu menjadi perhatian, bahwa
keluaran dari suatu proses juga merupakan masukan bagi proses selanjutnya.
Dengan mengetahui setiap tahapan proses, maka perbaikan berkelanjutan dapat
dilakukan dengan efektif untuk meningkatkan kinerja Indosat.
Indosat percaya bahwa peningkatan menggembirakan dalam jumlah pelanggan
seluler adalah hasil dari penerapan strategi nilai berimbang yang merupakan
bagian dari perubahan yang telah Indosat lakukan sejak tahun 2009 menuju
sebuah bisnis yang lebih berfokus kepada pelanggan. Dalam pendekatan ini,
Indosat kini lebih berkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan segmen pelanggan
yang berbeda yang terdiri dari segmen konsumen, segmen bisnis dan korporat,
dan segmen wholesale. Pertumbuhan pada basis pelanggan seluler Indosat juga
merupakan bukti keberhasilan Indosat dalam meningkatkan kualitas produk dan
layanan yang diberikan.
5.
Pendekatan Sistem pada Manajemen
Indosat menerapkan manajemen dengan komunikasi terbuka yang secara aktif
memfasilitasi masukan dan partisipasi karyawan baik dalam kegiatan
operasional sehari-hari maupun dalam pengambilan keputusan bisnis jangka
panjang. Melalui komunikasi dua arah langsung antara manajemen puncak dan
karyawan dalam pertemuan townhall, kunjungan Direksi, dan silaturahmi
dengan CEO, serta saluran komunikasi tidak langsung seperti intranet
perusahaan dan e-mail kelompok, Indosat berusaha mempertahankan komunikasi
yang efektif dengan semua karyawan. Komunikasi yang efektif menjadi sangat
penting ketika dikaitkan dengan proses transformasi yang sedang berlangsung
di Indosat, dan untuk itu Indosat berusaha untuk tetap memberikan informasi
lengkap terkini tentang sasaran perusahaan di masa-masa mendatang, kemajuan
yang telah dicapai, serta khususnya tentang perubahan peraturan dan
kebijakan perusahaan yang secara langsung berdampak pada karyawan.
6.
Continuous Improvement
(Perbaikan Berkelanjutan)
Selain kepuasan pelanggan yang berdampak positif terhadap
perusahaan/organisasi, ternyata kesungguhan memutar PDCA CYCLE juga akan
memberikan kontribusi, yang bernilai tinggi, yakni “Meningkatnya Mutu
Sumber Daya Manusia” dalam perusahaan. Betapa tidak, memutar roda PDCA dan
akhirnya membuatnya “Naik Kelas” dan seterusnya menjadi terampil.
Diawali dengan menetapkan sasaran akhir yang ingin dicapai (problem yang
ingin dipecahkan), merencanakan perbaikan/ peningkatannya, melaksanakan
perbaikan, mengevaluasi hasilnya dan menelurkan standar baru yang
disepakati bersama. Prosedur tersebut dikenal dengan istilah Problem
Solving Process yang lebig populer dengan sebutan PDCA CYCLE, terdiri dariPLAN (rencana), DO (melaksanakan), CHECK (meneliti hasil) dan ACTION (mebuat
standar baru dan menentukan tindakan baru).
Sebagai bukti komitmen PT. Indosat, Tbk. untuk terus
memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, perusahaan telekomunikasi
tersebut mengadakan pelatihan internal Lean Six Sigma Yellow Belt.
Lean Six Sigma sendiri merupakan suatu metode improvement yang fokus
utamanya adalah meningkatkan value dan kepuasan pelanggan. Six Sigma
merupakan suatu sistem yang komprehensif dan fleksibel untuk mencapai,
memberi dukungan dan memaksimalkan proses usaha, yang berfokus pada
pemahaman akan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan fakta, data, dan
analisis statistik serta terus menerus memperhatikan pengaturan, perbaikan
dan mengkaji ulang proses usaha.
7.
Pendekatan Fakta pada Pengambilan Keputusan
Indosat dan anak perusahaannya memiliki 6.694 karyawan di akhir tahun 2010,
dimana 4.838 adalah karyawan tetap (bekerja berdasarkan perjanjian kerja
yang tidak terbatas pada suatu periode tertentu). Tingkat turnover karyawan
pada tahun 2010 adalah 2,37% atau jauh lebih rendah dari rata-rata 7,8% di
industri telekomunikasi. Masa kerja rata-rata karyawan tetap kami adalah
13,07 tahun.
Indosat menjalankan bisnis jasa telekomunikasi selular dengan merek IM3,
Mentari, dan Matrix. Selain itu, Indosat juga menyediakan jasa Sambungan
Langsung Internasional (SLI), jasa Fixed Wireless Access (FWA) dengan merek
Starone, dan berbagai produk serta layanan untuk komunikasi data (MIDI).
Selain itu, Indosat juga menyediakan layanan Indosat Business untuk
pelanggan korporasi disegmen Large Business, Medium Business maupun Small
Business (SME). Pada kuartal I tahun 2015, Indosat memiliki 66,5 juta
pelanggan selular melalui merek Matrix, IM3, dan Mentari bertambah 11,4%
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar
59,7 juta pelanggan. Ditunjang dengan jaringan kantor penjualan dan galeri
yang tersebar di seluruh Indonesia. Hasilnya Indosat terus mengalami
peningkatan dari segi pendapatan dan juga dari jumlah pelanggan.
8.
Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok
Indosat berkomitmen memperkuat dan meningkatkan kualitas kerja sama dengan
para pemasok sebagai mitra strategis dalam mencapai sarana bisnis dan
tujuan-tujuan keberlanjutan Indosat dalam jangka panjang. Dalam menjalankan
kegiatan dan operasional bisnis, Indosat mengandalkan vendor pihak ketiga
dan pemasok yang menyediakan berbagai barang dan jasa yang diperlukan.
Vendor dan pemasok merupakan mitra strategis, karena mereka mendukung
Indosat mencapai tujuan dan sasaran bisnis. Untuk itu, Indosat selalu
terdorong untuk memperkuat dan meningkatkan hubungan dengan para mitra,
guna menghasilkan yang terbaik bagi kedua belah pihak.
Interaksi bisnis antara Indosat dengan pemasok/vendor adalah kesempatan
baik untuk membantu mendidik para mitra bisnis, dalam pengertian
seluas-luasnya, dalam meningkatkan standar operasional dan kinerja bisnis
mereka secara umum. Hal ini sering terjadi dengan para pemasok kecil di
daerah. Sebagai contoh, kontrak pembangunan menara BTS dengan perusahaan
konstruksi lokal umumnya mencantumkan persyaratan khusus tentang
spesifikasi bahan, keselamatan kerja, pembuangan limbah, kualitas produk
akhir, dan kriteria serupa lainnya, serta sanksi yang ketat apabila
persyaratan tersebut tidak terpenuhi. Indosat kerap memberikan pelatihan
gratis dan bahkan sertifikasi resmi untuk manajemen proyek kepada pemasok
yang terlibat dalam proyek-proyek kami. Dengan memenuhi standar bisnis
Indosat yang ketat, para pemasok/vendor memperoleh kesempatan untuk
menerapkan praktik-praktik terbaik dalam berbisnis.
Selain itu, sebagai bagian dari komitmen Indosat pada praktik Tata Kelola
Perusahaan yang Baik, Indosat juga secara resmi meminta vendor dan
pemasoknya untuk mematuhi Kode Etik yang berlaku di Indosat. Dokumen ini
juga berisi ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan vendor/pemasok,
seperti ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang penerimaan gratifikasi
oleh karyawan Indosat.
3.2
Dimensi/Elemen Kualitas
Elemen kualitas terdiri dari 7, yaitu :
1.
Quality
(Elemen Kualitas)
Indosat fokus pada memberikan produk dan kualitas layanan yang lebih baik
kepada pelanggan dalam bentuk perluasan kapasitas jaringan serta
pengembangan produk dan layanan, termasuk Layanan dengan Nilai Tambah.
Dengan demikian, di saat Indosat meningkatkan kualitas dan kapasitas
jaringan seluler, Indosat juga memperluas cakupan layanan ke lebih banyak
wilayah dan daerah di Indonesia. Salah satu ujian untuk setiap operator
seluler Indonesia adalah pada musim Lebaran serta perayaan Natal dan Tahun
Baru setiap tahun, dimana permintaan untuk layanan telekomunikasi suara dan
data meningkat jauh dari tingkat normal. Dengan perencanaan kapasitas
jaringan yang cermat yang didukung oleh kualitas jaringan yang prima,
Indosat mampu mempertahankan tingkat kualitas layanan yang memuaskan selama
periode tersebut.
2.
Cost
(Kualitas Biaya)
Indosat melakukan modernisasi jaringan telekomunikasi dan menyelesaikan
kerangka dasar transformasi berkelanjutan di dalam bisnis, organisasi dan
sumber daya manusia. Untuk mencapai keberhasilan Indosat melakukan beberapa
strategi penting diantaranya adalah melakukan pengefisiensian biaya.
Indosat berusaha mengevaluasi seluruh pengeluaran perusahaan. Pengeluaran
yang dianggap tidak terlalu penting, ditekan semaksimal mungkin. Di bidang Procurement, Indosat menerapkan suatu strategi baru dengan pihak
pemasok, sehingga Indosat memperoleh harga peralatan yang lebih kompetitif.
Indosat juga mengembangkan Sistem Informasi SDM berbasis ESS ( Employee Self Service) dengan proses elektronik otomatis, sebagai
sarana untuk meningkatkan efisiensi biaya dan menekan tingkat kesalahan.
3.
Delivery
(Kualitas Penyampaian Barang/Jasa)
Salah satu lini terdepan interaksi Indosat dengan konsumen layanan
selulernya adalah jaringan wal-kin service centers dan fasilitas Contact Center. Indosat memiliki Galeri Indosat dan gerai Griya
Indosat di seluruh Indonesia. Gerai Galeri Indosat dikelola sendiri oleh
Indosat, sedangkan gerai Griya Indosat dioperasikan oleh dealer resmi yang
bekerjasama dengan Indosat. Seluruh walk-in centers tersebut
berfungsi sebagai outlet penjualan yang menyediakan layanan konsumen dan
informasi produk untuk pelanggan dan pelanggan potensial seluler Indosat.
Selain melalui walk-in centers (Galeri Indosat dan Griya Indosat),
layanan pelanggan juga diberikan melalui Contact Center. Indosat
terus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh Contact Center
Indosat sebagai titik interaksi utama antara Indosat dan pelanggannya, di
mana para Customer Service Representative siap melayani kebutuhan pelanggan
untuk informasi mengenai produk dan layanan, program promo dan Layanan
Nilai Tambah terbaru, dan menangani keluhan pelanggan berkaitan dengan
produk dan layanan Indosat.
Selain saluran distribusi langsung, Indosat juga memiliki jaringan
distributor independen yang luas untuk mendukung penjualan produk dan
layanan seluler. Jaringan distributor ini mencakup gerai ritel independen
kecil, penjual individu, dan tenaga penjual keliling atau canvassers. Para
distributor independen yang tersebar di seluruh Indonesia bertindak sebagai
perpanjangan kegiatan penjualan Indosat di wilayah-wilayah di luar cakupan
aktivitas penjualan langsung. Karena itu, Indosat berusaha untuk
mempertahankan dan terus meningkatkan hubungan dengan para mitra ini, guna
membina interaksi bisnis jangka panjang yang menguntungkan baik distributor
maupun Indosat.
4.
Safety
(Kualitas Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
Manajemen dan karyawan Indosat telah sejak lama memiliki hubungan yang
harmonis. Sejak tahun 1999, Indosat telah memiliki serikat karyawan, yaitu
Serikat Pekerja Indosat (SPI), yang mewakili kepentingan karyawan dalam
organisasi, sedangkan pengakuan terhadap hak-hak karyawan secara resmi
telah dilembagakan sejak tahun 2006 melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
PKB memuat berbagai ketentuan umum kepegawaian yang mengatur jam kerja,
gaji, pengembangan karyawan, masalah kesehatan dan keselamatan kerja,
kesejahteraan karyawan, manfaat sosial, prosedur kedisiplinan, dan
mekanisme penyelesaian perselisihan perburuhan. PKB juga berisi
ketentuan-ketentuan tentang komunikasi rutin antara manajemen dengan
karyawan atau SPI untuk membahas isu terbaru mengenai ketenagakerjaan.
Indosat telah menerbitkan Buku Panduan Kode Etik Karyawan pada tahun 2010
sebagai acuan formal kebijakan perusahaan mengenai perilaku karyawan dalam
menjalankan pekerjaannya sehari-hari. Setiap karyawan Indosat diwajibkan
untuk menandatangani salinan pribadi Buku Panduan Kode Etik masing-masing.
5.
Environment
(Kualitas Lingkungan)
Indosat berusaha untuk menanamkan kesadaran ekologis di antara karyawan,
tempat di mana mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka sehari-hari,
yaitu di tempat kerja. Indosat terus mengingatkan karyawannya untuk lebih
cerdas dalam penggunaan kertas, listrik dan air di lingkungan kantor, yang
tidak hanya akan menekan biaya operasional, tetapi yang lebih penting lagi,
berkontribusi langsung terhadap pelestarian sumber daya alam. Kebijakan
mengenai larangan merokok diberlakukan secara ketat di semua lokasi kerja,
sehingga udara menjadi lebih bersih dan sehat untuk bernapas di samping
mengurangi beban sistem pendingin udara di bangunan kantor. Indosat juga
menanam pohon dan tumbuh-tumbuhan di halaman kantor, dan membuat sejumlah
sumur resapan dalam rangka membantu melestarikan air tanah khususnya di
lokasi kerja di perkotaan. Penanaman pohon telah menjadi kegiatan program
penting di mana Indosat berupaya untuk melestarikan planet Bumi yang hijau.
Sejak tahun 2008, Indosat aktif berpartisipasi dalam sejumlah kampanye
penanaman pohon yang didasarkan atas inisiatif sendiri maupun dengan
bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait atau lembaga swasta lainnya.
Pada tahun 2010, Indosat berpartisipasi dalam ‘Satu Miliar Pohon untuk
Indonesia‘ sebuah program nasional yang diresmikan Presiden Republik
Indonesia pada bulan November 2010. Dalam program ini, Indosat menyanggupi
bantuan pengadaan, penanaman dan pemeliharaan sekitar 43.000 pohon di
daerah aliran sungai Citarum, Cisadane, Ciliwung, Ciapus, dan Cihideung di
Jawa Barat dan Jakarta. Hal ini diharapkan dapat membantu merehabilitasi
ekosistem di samping mencegah terjadinya banjir bandang di daerah-daerah
tersebut.
6.
Morale
(Kualitas Semangat)
Indosat memiliki kebijakan resmi mengenai kesetaraan perekrutan dan
pengembangan karir karyawan. Kebijakan tersebut dimulai dengan membuka
kesempatan yang sama pada tahapan perekrutan dan dilanjutkan dengan
memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan dalam mengembangkan
kompetensi dan meniti karir di perusahaan.
Indosat sangat menekankan pada peningkatan keterampilan dan kompetensi
karyawan yang berkesinambungan untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka
panjang, yang juga mencakup program suksesi kepemimpinan. Dengan demikian,
pelatihan karyawan juga diperhitungkan dalam penilaian kinerja karyawan, di
samping berfungsi sebagai sarana yang dapat dipergunakan oleh seorang
karyawan dalam meniti karirnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indosat lebih mengandalkan metode e-learning
dan metode mobile learning. Untuk beberapa hal, metode ini memang lebih
hemat biaya dibandingkan dengan sesi pembelajaran di ruang kelas, dan juga
lebih efektif karena peserta dapat memilih waktu dan tempat untuk belajar,
termasuk dengan mengakses materi pelatihan dari rumah. Indosat juga telah
mengembangkan portal internal ‘MyKnowledge’ yang menyediakan akses bagi
semua karyawan ke berbagai modul dan program pembelajaran dengan topik umum
seperti Teknologi, Komersial, Dukungan, dan Kepemimpinan. Di samping itu,
pelatihan online juga tersedia melalui aplikasi ‘MyLearning’.
7.
Culture
(Kualitas Budaya)
Dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perusahaan seperti, Integritas
yaitu Menegakkan standar etika tertinggi dalam semua aspek pekerjaan
Indosat, berdasarkan prinsip-prinsip kesetiaan, tanggung jawab, dan
dedikasi kepada Perusahaan; Kerja Sama yaitu Bekerja bersama sebagai satu
tim, memanfaatkan keahlian dan pengalaman dari rekan dan mitra dalam suatu
lingkungan yang memelihara kepercayaan; Keunggulan yaitu Berusaha untuk
memberikan yang terbaik dalam apapun yang Indosat lakukan dan memberikan
hasil yang melebihi harapan; Kemitraan yaitu Berkomitmen untuk menjadi
mitra yang solid dan bekerja untuk menciptakan hubungan yang kolaboratif,
produktif dan saling menguntungkan dengan para mitra; Fokus pada Pelanggan
yaitu Fokus untuk memberikan lebih dari yang diharapkan pelanggan dalam
segala hal yang Indosat lakukan; Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yaitu
Pendekatan Indosat terhadap keberlanjutan dilakukan melalui komitmen
Indosat pada tujuan dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), yang
diletakkan di atas konsep dengan 3 landasan dalam mengukur keberhasilan
dalam bisnis : ekonomi, ekologi atau lingkungan, dan sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Link Download :
Komentar
Posting Komentar