Peran Teknologi Informasi dalam Mendukung Ekonomi Digital
Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepat telah membawa dunia
perdagangan pada sebuah arena baru yang dinamakan sebagai ekonomi digital.
Berbeda dengan konsep ekonomi klasik, dalam ekonomi digital teknologi
komputer dan telekomunikasi memegang peranan yang sangat penting karena
kemampuannya untuk menembus batas-batas ruang dan waktu. Sebagai seorang
praktisimanajemen dan teknologi informasi yang pertama kali memperkenalkan
konsep ini, Don Tapscott melihat bahwa terdapat dua belas aspek utama yang
membedakan ciri ekonomi klasik dan ekonomi digital.
Ekonomi digital didefinisikan oleh Amir Hartman sebagai
“the virtual arena in which business actually is conducted, value is
created and exchanged, transactions occur, and one-to-one relationship
mature by using any internet initiative as medium of exchange”
. Keberadaannya ditandai dengan semakin maraknya berkembang bisnis atau
transaksi perdagangan yang memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi,
kolaborasi, dan kooperasi antar perusahaan atau pun antar individu. Dengan
maraknya perusahaan-perusahaan baru maupun lama yang terjun ke dalam format
bisnis elektronik e-business dan e-commerce.
Untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan dalam ekonomi digital, para
pemain perlu memahami karakteristik dari konsep yang menjadi landasan
karena sangat berbeda dengan ekonomi klasik yang selama ini dikenal. Tidak
jarang bahwa perusahaan harus melakukan transformasi bisnis agar dapat
secara optimal bermain di dalam arena ekonomi digital. Hal ini disebabkan
karena untuk mengimplementasikannya, diperlukan model bisnis yang sama
sekali baru. Bagi perusahaan baru (start-up company), untuk terjun
ke bisnis ini biasanya lebih mudah dibandingkan denganperusahaan yang telah
lama berdiri. Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan lama
yang ingin memanfaatkan keberadaan ekonomi digital harus mengadakan
perubahan mendasar pada proses bisnisnya secara radikal (business process reengineering).
Don Tapscott menemukan dua belas karakteristik penting dari ekonomi digital
yang harus diketahui dan dipahami oleh para praktisi manajamen, yaitu:
1.
Knowledge
Jika di dalam ekonomi klasik tanah, gedung, buruh, dan uang merupakan
faktor-faktor produksi penting, maka di dalam ekonomi digital, knowledge atau pengetahuan merupakan jenis sumber daya terpenting
yang harus dimiliki organisasi. Mengingat bahwa pengetahuan melekat pada
otak manusia, maka faktor intelegensia dari sumber daya manusia yang
dimiliki perusahaan merupakan penentu sukses tidaknya organisasi tersebut
dalam mencapai obyektifnya. Pengetahuan kolektif inilah yang merupakan value dari perusahaan dalam proses penciptaan produk dan jasa.
2.
Digitazion
Digitazion merupakan suatu proses transformasi informasi dari berbagai
bentuk menjadi format digit “0” dan “1” (bilangan berbasis dua). Walaupun
konsep tersebut sekilas nampak sederhana, namun keberadaannya telah
menghasilkan suatu terobosan dan perubahan besar di dalam dunia transaksi
bisnis. Lihatlah bagaimana bentuk gambar dua dimensi seperti lukisan dan
foto telah dapat direpresentasikan ke dalam format kumpulan bit sehingga
dapat dengan mudah disimpan dan dipertukarkan melalui media elektronik. Hal
ini tentu saja telah dapat meningkatkan efisiensi perusahaan karena
mengurangi biaya-biaya terkait dengan proses pembuatan, penyimpanan, dan
pertukaran media tersebut. Bahkan teknologi terakhir telah dapat melakukan
konversi format analog video dan audio ke dalam format digital. Dengan kata
lain, jika produk dan jasa yang ditawarkan dapat direpresentasikan dalam
bentuk digital, maka perusahaan dapat dengan mudah dan murah menawarkan
produk dan jasanya ke seluruh dunia.Electronic publishing, virtual book store, internet banking, dan telemedicine merupakan contoh berbagai produk dan jasa yang dapat
ditawarkan di internet.
3.
Virtualization
Berbeda dengan menjalankan bisnis di dunia nyata dimana membutuhkan
aset-aset fisik semacam gedung dan alat-alat produksi, di dunia maya
dikenal istilah virtualiasasi yang memungkinkan seseorang untuk memulai
bisnisnya dengan perangkat sederhana dan dapat menjangkau seluruh calon
pelanggan di dunia. Dalam menjalin hubungan ini, proses yang terjadi lebih
pada transaksi adalah pertukaran data dan informasi secara virtual, tanpa
kehadiran fisik antara pihak-pihak atau individu yang melakukan transaksi.
Dengan kata lain, bisnis dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja selama
24 jam per-hari dan 7 hari seminggu secara on-line dan real time.
4.
Molecularization
Organisasi yang akan bertahan dalam era ekonomi digital adalah yang
berhasil menerapkan bentuk molekul. Bentuk molekul merupakan suatu sistem
dimana organisasi dapat dengan mudah beradaptasi dengan setiap perubahan
dinamis yang terjadi di lingkungan sekitar perusahaan. Satu hal yang harus
diingat adalah bahwa terjun ke dunia maya berarti berhadapan head-to-head dengan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.
5.
Internetworking
Tidak ada perusahaan yang dapat bekerja sendiri tanpa menjalin kerja sama
dengan pihak-pihak lain, demikian salah satu prasyarat untuk dapat berhasil
di dunia maya. Berdasarkan model bisnis yang dipilih, perusahaan terkait
harus menentukan aktivitas inti-nya (core activity) dan menjalin
kerja sama dengan institusi lain untuk membantu melaksanakan proses-proses
penunjang (supportingactivities). Contoh dari pihak-pihak yang
umum dijadikan sebagai rekanan adalah vendor teknologi, content partners, merchants, pemasok (supplier), dan lain
sebagainya. Konsep bisnis yang ingin menguasai sumber daya sendiri dari
hulu ke hilir tidak akan bertahan lama di dalamekonomi digital.
6.
Disintermediation
Ciri khas lain dari arena ekonomi digital adalah kecenderungan berkurangnya
mediator (broker) sebagai perantara terjadinya transaksi antara
pemasok dan pelanggan. Contohnya mediator-mediator dalam aktivitas ekonomi
adalah wholesalers, retailers, broadcasters, record companies, dan
lain sebagainya. Perusahaan-perusahaan klasik yang menggantungkan diri
sebagai mediator dengan sendirinya terpaksa harus gulung tikar dengan
adanya bisnis internet. Pasar bebas memungkinkan terjadinya transaksi antar
individu tanpa harus melibatkan pihak-pihak lain.
7.
Convergence
Kunci sukses perusahaan dalam bisnis internet terletak pada tingkat
kemampuan dan kualitas perusahaan dalam mengkonvergensikan tiga sektor
industri, yaitu: computing, communications, dan content.
Komputer yang merupakan inti dari industri computing merupakan
pusat syaraf pengolahan data dan informasi yang dibutuhkan dalam melakukan
transaksi usaha. Adapun produk industri communications yang paling
relevan adalah infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sebagai
pipa penyaluran data dan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
Persaingan sesungguhnya terletak pada industri content yang
merupakan jenis pelayanan atau jasa yang ditawarkan sebuah perusahaan
kepada pasar di dunia maya. Ketiga hal di atas merupakan syarat mutlak yang
harus dimiliki dan dikuasai pemakainnya untuk dapat berhasil menjalankan
bisnis secara sukses.
8.
Innovation
Aktivitas di internet adalah bisnis 24 jam, bukan 8 jam seperti layaknya
perusahaan-perusahaan di dunia nyata. Keunggulan kompetitif (competitive advantage) sangat sulit dipertahankan mengingat apa
yang dilakukan seseorang atau perusahaan internet lain sangat mudah untuk
ditiru. Oleh karena itulah inovasi secara cepat dan terus-menerus
dibutuhkan agar sebuah perusahaan dapat bertahan.
9.
Prosumption
Di dalam ekonomi digital batasan antara konsumen dan produsen yang selama
ini terlihat jelas menjadi kabur. Hampir semua konsumen teknologi informasi
dapat dengan mudah menjadi produsen yang siap menawarkan produk dan jasanya
kepada masyarakat dan komunitas bisnis. Contohnya adalah seseorang yang
harus membayar 5 dolar US untuk mendapatkan akses ke dalam sebuah sistemmailing list. Kemudian yang bersangkutan membuat sebuah komunitas mailing list dimana setiap anggotanya harus membayar 1 dolar US
kepadanya. Dalam waktu singkat yang bersangkutan telah dapat memperoleh
untung dari usaha kecil tersebut.
10.
Immediacy
Di dunia maya, pelanggan dihadapkan pada beragam perusahaan yang menawarkan
produk atau jasa yang sama. Dalam memilih perusahaan, mereka hanya
menggunakan tiga kriteria utama. Secara prinsip mereka akan mengadakan
transaksi dengan perusahaan yang menawarkan produk atau jasanya secara cheaper, better, dan faster dibandingkan dengan
perusahaan sejenis. Melihat hal inilah maka perusahaan harus selalu peka
terhadap berbagai kebutuhan pelanggan yang membutuhkan kepuasan pelayanan
tertentu.
11.
Globalization
Esensi dari globalisasi adalah runtuhnya batas-batas ruang dan waktu (time and space). Pengetahuan atau knowledge sebagai
sumber daya utama, tidak mengenal batasan geografis sehingga keberadaan
entitas negara menjadi kurang relevan di dalam menjalankan konteks bisnis
di duniamaya. Segmentasi market yang selama ini sering dilakukan
berdasarkan batas-batas waktu dan ruang pun harus didefnisikan kembali
mengingat bahwa seluruh masyarakat telah menjadi satu di dalam dunia maya,
baik komunitas produsen maupun konsumen.
12.
Discordance
Ciri khas terakhir dalam ekonomi digital adalah terjadinya fenomena
perubahan struktur sosial dan budaya sebagai dampak konsekuensi logis
terjadinya perubahan sejumlah paradigma terkait dengan kehidupan
sehari-hari. Semakin ringkasnya organisasi akan menyebabkan terjadinya
pengangguran dimana-mana, mata pencaharian para mediator (brokers)
menjadi hilang, para pekerja menjadi workoholic karena persaingan
yang sangat ketat, pengaruh budaya barat sulit untuk dicegah karena dapat
diakses bebas oleh siapa saja melalui internet, dan lain sebagainya
merupakan contoh fenomena yang terjadi di era ekonomi digital.
Ketidaksiapan sebuah organisasi dalam menghadapi segala kemungkinan dampak
negatif yang timbul akan berakibat buruk (bumerang) bagi kelangsungan hidup
perusahaan.
di akses tanggal 08 September 2015 14:00
Link Download :
Komentar
Posting Komentar