Customer Relationship Management dalam Meningkatkan Loyalitas Stakeholder

Customer Relationship Management dalam Meningkatkan Loyalitas Stakeholder 

 
Persaingan bisnis dewasa ini tak hanya bertumpu pada kualitas produk, melainkan lebih pada kualitas layanan, yang lebih mendorong pelanggan untuk kembali membeli produk atau menggunakan solusi yang kita tawarkan. Namun, tidak berarti produk yang Anda pasarkan boleh yang tidak bermutu, terutama jika produk yang ditawarkan memiliki pesaing yang kurang lebih sama. Lain halnya untuk produk-produk yang secara esensial bersifat unik, bermutu tinggi dan memiliki diferensiasi yang kuat, sehingga pelanggan akan memiliki value yang jelas, meskipun ada produk-produk yang sejenis.
Karenanya, kalau kita amati sesungguhnya inti persaingan saat sekarang ini lebih pada bagaimana perusahaan menyadari betul “posisinya”, siapa target market yang disasarnya, seberapa tinggi kualitas produk atau jasanya. Yang tak kalah pentingnya adalah seberapa tinggi value yang mampu diberikannya kepada pelanggan dan bagaimana dia memperlakukan pelanggan dari hari ke hari.
Dengan begitu, “membangun relasi” yang baik dengan pelanggan akan jauh lebih bermakna bagi pelanggan daripada sekadar “menjual”, karena produk atau jasa yang bermutu tinggi. Dalam kenyataannya, akan selalu ada pesaing yang akan menyaingi produk atau jasa yang ditawarkan, kecuali untuk produk atau jasa yang benar-benar unik, langka dan tak banyak orang yang menyediakannya.
Membangun hubungan pelanggan yang benar-benar dekat, sehingga perusahaan mengetahui banyak hal mengenai pelanggannya memang tidaklah mudah. Apalagi, kalau jumlah pelanggan tersebut cukup banyak yang hampir tidak memungkinkan perusahaan memahami satu per satu pelanggannya dengan baik dan lengkap.
Untuk itu, dibutuhkan suatu cara yang tepat agar perusahaan dapat mengetahui pelanggannya secara lebih baik, sehingga mampu melayani mereka dengan lebih baik pula. Cara terbaik membangun hubungan dengan pelanggan tersebut adalah dengan membangun Customer Relationship Management (CRM).
Dalam hal ini, Pemerintah mengadakan program CSR melalui PT. Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan membuat berbagai kegiatan seperti memasarkan salah satu produk dari warga Gresik yaitu Ikan Lele, yang dibuat dengan beraneka ragam olahan masakan. Seperti kerupuk ikan lele, abon lele dan berbagai olahan makana lainnya yang diperkenalkan pada tanggal 22 Mei 2015 lalu di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro Gresik.
Serta adanya Mobil Listrik yang menjadi progran keunggulan pemerintah. Dengan mengusung tema Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Guna meningkatkan hubungan dengan stakeholder dan memperkenalan kepada masyarakat Gresik tentang Mobil Listrik. Dalam proses pengembangan CRM di PT. PJB. Dengan adanya peningkatan energi baru terbarukan dan melakukan kegiatan konservasi energi diharapkan mampu menyediakan produksi daya yang dibutuhkan oleh konsumen dalam jangka waktu yang panjang. dan selain itu, seiring dengan peningkatan penyediaan energi baru terbarukan juga diiringi dengan edukasi tentang keamanan dan kebersihan lingkungan kepada konsumen sehingga para konsumen mampu menggunakan produksi dengan bijaksana dan penggunaan produksi secara ramah lingkungan.
Stakeholders bukan hanya masyarakat dalam arti sempit yaitu masyarakat yang tinggal disekitar lokasi perusahaan melainkan masyarakat dalam arti luas, misalnya pemerintah, investor, elit politik dan lain sebagainya. Bentuk kerjasama yang dibentuk antara perusahaan dan stakeholders hendaknya juga merupakan kerjasama yang dapat saling memberikan kesempatan untuk sama-sama maju dan berkembang. Program-program CSR yang dibuat untuk kesejahteraan masyarakat pada akhirnya akan berbalik arah yaitu memberikan keuntungan kembali bagi perusahaan tersebut. Sebagai contoh hubungan dengan pekerja misalnya, dengan tidak menggunakan pekerja di bawah umur, memperhatikan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya, mendukung serikat pekerja dan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan ketidakadilan pada pekerja dapat meningkatkan hubungan antara pekerja dan perusahaan. Dalam hal ini pekerja akan merasa lebih di hargai, nyaman dan hubungannya tidak sekedar dia bekerja menerima upah tetapi dapat menimbulkan loyalitas terhadap perusahaan. Hal ini akan meningkatkan kinerja dan produktivitas pekerja yang tentu saja akan meningkatkan produktivitas perusahaan. 

Komentar

Postingan Populer