Komunikasi Bisnis - Keterampilan Bernegosiasi
Keterampilan Bernegosiasi
Keberhasilan atau kesuksesan dalam bernegosiasi dapat ditentukan oleh
berbagai faktor penting,diantaranya adalah keterampilan seseorang
negosiator dalam bernegosiasi dengan pihak lawan negosiasi. Menurut
Hartman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam ketrampilan
bernegosiasi (negotiation skills) antara lain.
1. Persiapan
Persiapan yang baik merupakan salah satu kunci sukses negosiasi. Tanpa
persiapan yang baik,hasil yang diperoleh dalam bernegosiasi tidak akan
memuaskan kedua belah pihak atau bahkan mengalami kegagalan yang pada
akhirnya menimbulkan kekecewaan bagi kedua belah pihak.
2. Memulai Negosiasi
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memulai
bernegosiasi,antara lain : memilih waktu yang tepat, tempat yang tepat,
pengaturan tempat duduk yang tepat, menciptakan suasana yang positif dan
santai, menetapkan agenda, meumusakn tawaran/posisi pembuka, menghadapi
konflik, berkomunikasi secar efektif, meningkatkan ktrampilan mendengarka,
peringatan, menciptakan kesepakatan dengan lebih cepat.
3. Strategi dan Teknik
Menurut kamus Webster, strategi dapat mendefinisikan sebagai rencana atau
metode yang teliti atau tipu daya cerdik. Sedangkan yang dimaksud dengan
taktik lebih mengacu pada setiap metode yng digunakan untuk mencapai
tujuan,yaitu mencapai kesepakatan dalam bernegosiasi. Baik strategi maupun
taktik menuntut ketrampilan khusus dalam bernegosiasi. Negosiasi yang
sukses bukan saja hasil dari perencanaan atau persiapan yang baik, tetapi
juga implementsi yang baik dari sebuah negosiasi.
4. Kompromi
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa proses bernegosiasi melibatkan
kedua belah pihak. Kompromi merupakan salah satu upaya menuju pencapaian
kesepakatan kedua belah pihak dalam bernegosiasi. Dalam upaya menu
kompromi, seseorang negosiator rmenyajikan kerangka dasar atau garis
besarnya terlebih dulu, kemudian melangkah pada perbedaan kedua belah pihak
secara lebih spesifik, dan akhirnya disajikan pernyataan yang bersifat
penilaian untuk mendukung posisi mereka sendiri.
5. Menghindari Kesalahan Taktis
Agar negosiasi sukses, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dihindari
dalam melakukan negosiasi, antara lain : mengajukan permintaan awal yang
tidak logis (permintaan tinggi untuk penjual dan permintaan rendah untuk
pembeli), membuat konsesi bebas, memulai tanpa daftar penawaran, melakukan
negosiasi terlalu cepat,bernegosiasi saat terkejut,menghargai tawaran yang
tidak masuk akal, takut diam, marah, tidak menuliskan hasil negosiasi,
bernegosiasi pada saat lelah, mengecewakan bos Anda, dan memaksakan
bernegosiasi.
Menurut Casse, ketrampilan bernegosiasi dapat dibedakan ke dalam dua
kelompok besar, yaitu ketrampilan konvensional / conventional skills (untuk
negosiator konvensional) dan nonkonvensional no-conventional skills (untuk
negosiator nonkonvensional).
Menurut Oliver,ada enam kunci dasar yang perlu diperhatikan dalam
bernegosiasi, antara lain: persiapan yang baik, berlatih, menggambarkan
posisi Anda, membuat usulan, penawaran, dan persetuuan. Masing-masing kunci
dasar dalam bernegosiasi tersebut dapat dijelaskan berikut ini :
1. Persiapan Yang Baik
Negosiasi yang tidak disertai persiapan yang baik tidak akan mampu
menghasilkan kesepakatan secara optimal. Semakin penting negosiasi, seiakan
banyak persiapan yang harus dilakukan. Lakukan identifikasi pada tahap
persiapan atas hal-hal berikut: Kemungkinan pihak lawan membuka pernyataan
dan posisi, bagaimana Anda bergerak dari posisi pihak lawan menuju aspirasi
Anda, masalah potensial,rintangan, kesempatan, kebutuhan dan pilihan yang
dimiliki lawan Anda, bagaimana idealism dan garis Anda, pertimbangan biaya
setiap gerakan yang mungkin Anda buat dan itu dapat menguntungkan pihak
lawan Anda, dan antisipasi apa konsesi yang akan diberikan oleh pihak lawan
Anda.
2. Berlatih
Berlatih bernegosiasi merupakan kunci percaya diri. Hal itu dapat menjadi
pintu pembuka besar atau kecil masalah dan kesulitan yang akan muncul.
Cobalah rinci bagaimana Anda berlatih, pendekatan apa yang akan Anda
gunakan, pernyataan kunci apa yang akan Anda sampaikan, dan bagaiman Anda
merespons pernyataan pihak lawan Anda. Jangan bimbang dan ragu, berlatih
dan berlatilah! Semakin sering berlatih dan selalu memperbaiki diri setiap
terjadi kekeliruan akan menjadikan modal dasar yang berharga menuju
kesuksesan Anda.
3. Menggambarkan Posisi Anda
Pada beberapa titik, setiap sisi menggambarkan posisi mereka dengan jelas.
Tujuan Anda adalah bagaimana memberikan kesempatan kepada pihak lawan untuk
berbicara tentang berbagai hal yang berkaitan dengan apa, bagaimana, kapan,
dimana, dan mengapa negosiasi perlu dilakukan. Anda harus dapat
mengendalikan apa yang seharusnya anda lakukan dan jangan terpengaruh oleh
pihak lawan Anda.
4. Membuat Suatu Usulan/Proposal
Jika pihak lawan Anda mengisyaratkan tidak membuat suatu usulan (proposal)
yang ingin diajukan dalam bernegosiasi, satnya bagi Anda untuk
mengusulkannya. Hal itu juga akan memberikan suatu konsensi yang terlalu
dini oleh pihak lawan. Namun demikian, pada babak awal tersebut janganlah
terlalu berharap munculnya sebuah kesepakatan. Masih aada kata-kata tawaran
berikutnya yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut dalam bernegosiasi.
5. Penawaran
Salah satu respon yang eektif dalam bernegosiasi adalah bagaimana melakukan
tawaran bagi pihak lawan dengan cara-cara yang baik. Bagaimanapun, proses
bernegosiasi tidak dapat dilepaskan dengan proses penawaran. Gunakan
kesempatan proses penawaran ini dengan sebaik-baiknya.
6. Persetujuan
Dalam proses penawara yang intens,sangatlah mudah untuk melupakan apa yang
telah disetujui. Sasaran dari setiap kali bernegoisai adalah untuk mencapai
kesepakatan. Suatu kesepakatan itu tidak hanya terbatas pada hasil akhir
dari kesepakatan, tetapi butir-butir dari setiap kesepakatan juga menjadi
bagian penting yang tak terpisahkan dalam proses bernegosiasi.
Untuk mencapai suatu kesepakatan yang baik (efektif) bagi kedua belah
pihak, Anda perlu memahami dengan sebaik-baiknya apa yang sebenarnya
diinginkan oleh pihak lawan.
Menurut Mattock dan Ehrenborg, ada sepuluh hal yang sangat diinginkan oleh
pihak lawan Anda, antara lain
(1) merasa nyaman akan dirinya sendiri,
(2) tidak merasa dibohongi,
(3) sekutu yang kekal,
(4) mengetahui dan memahami lebih banyak,
(5) menyelesaikan negosiasi tanpa harus bekerja terlalu kera,
(6) uang, barang, dan pelayanan yang bagus,
(7) diperlakukan dengan ramah-artinya didengarka,
(8) disenangi,
(9) komunikasi yang jelas,
(10) mengetahui kemampuan dan usahanya-dari Anda, bos, dan rekan kerjanya.
(1) merasa nyaman akan dirinya sendiri,
(2) tidak merasa dibohongi,
(3) sekutu yang kekal,
(4) mengetahui dan memahami lebih banyak,
(5) menyelesaikan negosiasi tanpa harus bekerja terlalu kera,
(6) uang, barang, dan pelayanan yang bagus,
(7) diperlakukan dengan ramah-artinya didengarka,
(8) disenangi,
(9) komunikasi yang jelas,
(10) mengetahui kemampuan dan usahanya-dari Anda, bos, dan rekan kerjanya.
Link Download
Komentar
Posting Komentar