Customer Relationship Management - Menjalin Keakraban dengan Pelanggan
Menjalin Keakraban dengan Pelanggan
CRM merupakan konsep yang berfokus pada pemeliharaan hubungan dengan
pelanggan untuk membangun hubungan yang lama dan menguntungkan dengan
pelanggan (Geib M, et al. 2005). Cunningham (2002) mengatakan bahwa CRM
menggambarkan bagaimana perusahaan berinteraksi dan secara aktif mengelola
hubungan dengan pelanggan. Menurut Buttle (2007), secara umum dapat
dinyatakan bahwa CRM bertujuan untuk mengembangkan hubungan yang
menguntungkan dengan pelanggan (profitabilitas pelanggan).
Tahapan Utama dari Rantai Nilai Strategi CRM
Buttle (2007) mengidentifikasi lima tahap penting dalam pengembangan dan
penerapan strategi CRM. Penjelasan setiap tahap adalah sebagai berikut :
a.
Analisis portofolio pelanggan
Tahap ini melibatkan analisis terhadap basis pelanggan secara aktual dan
potensial untuk mengidentifikasi pelanggan mana yang ingin diidentifikasi
di masa mendatang. Penggunaan istilah ’portofolio’ dalam analisis
portofolio pelanggan menunjukkan bahwa hasil dari proses ini merupakan
klasifikasi pelanggan menjadi kelompok-kelompok berlainan yang kemudian
diperlakukan sesuai dengan portofolio. Beberapa peralatan atau proses yang
dapat diterapkan dalam analisis portofolio pelanggan, antara lain sebagai
berikut :
1.
Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah proses memilah-milah pasar menjadi beberapa segmen
yang bersifat kurang lebih homogen dan yang memungkinkan diberi proposisi
nilai yang berbeda. Proses segmentasi pasar dapat dipecah-pecah menjadi
beberapa langkah, yaitu :
- Identifikasi jenis bisnis
Penting bagi perusahaan untuk menentukan jenis bisnis dengan berorientasi
kepada pelanggan. Penentuan jenis bisnis dengan berorientasi kepada
pelanggan memungkinkan perusahaan untuk menembus proses segmentasi pasar.
- Identifikasi variabel-variabel segmentasi terkait
Banyak variabel yang dapat digunakan untuk melakukan segmentasi pelanggan.
Variabel untuk pasar konsumen dapat diklasifikasikan dalam atribut-atribut
sebagai berikut :
o Atribut demografis, meliputi usia, gender, status pekerjaan, ukuran
keluarga, status perkawinan, pendidikan terakhir, penghasilan keluarga,
keadaan siklus hidup keluarga, agama, asal-usul etnis, dan kebangsaan.
o Atribut geografis, meliputi negara, wilayah, kota, kode pos, dan
lingkungan tempat tinggal.
o Atribut psikografis, meliputi gaya hidup dan kepribadian.
· Penaksiran nilai segmen-segmen dan pemilihan target segmen pelanggan
untuk dilayani
Dari proses segmentasi pasar ini akan muncul sejumlah alternatif pasar
target. Oleh karena itu, perlu diperkirakan nilai setiap segmen.
2.
Perkiraan penjualan
Menurut Kotler (2004), seluruh prediksi penjualan dirancang berdasarkan
salah satu di antara tiga dasar informasi: apa yang dikatakan orang, apa
yang akan dilakukan orang, atau apa yang telah dilakukan orang.
Dasar pertama-apa yang dikatakan orang-melibatkan survei atas pendapat
pembeli atau pihak-pihak yang dekat dengan mereka, seperti staf penjualan
atau ahli dari luar. Dasar pertama meliputi tiga metode :
1.
Survei maksud pembeli
Survei maksud pembeli meminta pembeli untuk memberikan opini mengenai apa
yang kemungkinan besar mereka beli selama masa yang diramalkan. Berbagai
survei juga menyelidiki keuangan pribadi pelanggan pada saat ini dan masa
yang akan datang serta harapan mereka tentang perekonomian.
2.
Gabungan pendapat staf penjualan
Wawancara staf penjualan dilakukan perusahaan jika mewawancarai pembeli
dianggap tidak praktis. Masing-masing staf penjualan memperkirakan berapa
jumlah masing-masing produk perusahaan yang akan dibeli oleh masing-masing
pembeli dan calon pembeli pada saat ini.
3.
Pendapat para pakar
Perusahaan dapat memperoleh ramalan dari pakar. Para pakar mencakup agen
perantara, distributor, pemasok, konsultan pemasaran, dan asosiasi
perdagangan.
Dasar kedua adalah berdasarkan atas apa yang dilakukan orang, melibatkan
metode lain, yaitu metode pengujian pasar. Metode ini menempatkan produk ke
pasar ujian untuk mengukur tanggapan pembeli. Pengujian pasar langsung
diperlukan khususnya untuk meramalkan penjualan produk baru.
Dasar ketiga, apa yang telah dilakukan orang, melibatkan analisis penjualan
masa lalu. Analisis ini meramalkan penjualan berdasarkan catatan tentang
perilaku pembelian pelanggan di masa lalu.
3.
Pembiayaan berbasis aktivitas
Jika perusahaan ingin memahami pelanggan mana yang paling menguntungkan,
perusahaan tersebut harus dapat melacak biaya yang dibutuhkan untuk
melayani setiap pelanggan, serta penghasilan yang diperoleh dari setiap
pelanggan. Sistem pencatatan pembiayaan tradisional buku kas induk umum
atau berbasis produk tidak memungkinkan dilakukannya analisis sejauh ini.
Sistem pembiayaan produk melacak biaya material, tenaga kerja, dan energi
hingga ke produk, akan tetapi tidak mencakup kegiatan-kegiatan dalam
menghadapi pelanggan, pemasaran, penjualan, dan layanan. Sistem pembiayaan
buku kas induk umum benar-benar melacak biaya pada semua bagian bisnis,
tetapi pada umumnya terlalu tergabung untuk menentukan pelanggan atau
segmen mana yang bertanggung jawab menghasilkan biaya-biaya itu.
4.
Alat analisis pelanggan
Terdapat beberapa perangkat yang lazim digunakan untuk merencanakan
strategi sebuah perusahaan. Perangkat-perangkat ini beroperasi pada tingkat
perusahaan tertentu. Artinya, ahli strategi CRM menerapkan perangkat itu ke
perusahaan tertentu untuk membantu dalam penaksiran nilai masa depan
pelanggan. Perangkat tersebut mencakup :
a.
Analisis SWOT dan PESTE
SWOT adalah singkatan dari kekuatan (Strength), kelemahan (Weaknesses),
peluang (Opportunities), dan ancaman (Threat). Analisis SWOT mengeksplorasi
lingkungan internal (S dan W) dan lingkungan luar (O dan T). Audit internal
mencari kekuatan dan kelemahan fungsi-fungsi bisnis penjualan, pemasaran,
operasi, keuangan, dan manajemen orang.
Audit eksternal (OT) menganalisis lingkungan makro dan mikro tempat perusahaan beroperasi. Lingkungan makro mencakup sejumlah kondisi luas yang mungkin memiliki dampak terhadap perusahaan. Kondisi-kondisi tersebut diidentifikasi melalui analisis PESTE, meliputi kondisi politik (Politics), ekonomi (Economics), sosial (Social), teknologi (Technology), dan lingkungan (Environment). Lingkungan makro dari audit eksternal (OT) memeriksa hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham saham eksternal langsungnya, yaitu pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan penanam modal. Analisis SWOT merupakan salah satu langkah dalam proses perencanaan strategis bisnis perusahaan.
Audit eksternal (OT) menganalisis lingkungan makro dan mikro tempat perusahaan beroperasi. Lingkungan makro mencakup sejumlah kondisi luas yang mungkin memiliki dampak terhadap perusahaan. Kondisi-kondisi tersebut diidentifikasi melalui analisis PESTE, meliputi kondisi politik (Politics), ekonomi (Economics), sosial (Social), teknologi (Technology), dan lingkungan (Environment). Lingkungan makro dari audit eksternal (OT) memeriksa hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham saham eksternal langsungnya, yaitu pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan penanam modal. Analisis SWOT merupakan salah satu langkah dalam proses perencanaan strategis bisnis perusahaan.
b.
Analisis matriks Boston Consulting Group (BCG)
Menurut Kotler (2004), analisis matrik BCG digunakan untuk mengidentifikasi
unit usaha strategis perusahaan dengan tujuan mengembangkan strategi
terpisah dan mengalokasikan pendanaan yang tepat bagi masing-masing unit
(Strategic Business Unit=SBU).
Analisis ini mempertimbangkan dua kriteria, pangsa pasar relatif dan
tingkat pertumbuhan pasar untuk mengidentifikasi dimana profit dan aliran
uang tunai didapatkan. Pangsa pasar relatif, yaitu pangsa pasar unit bisnis
yang terkait dengan pesaing terbesar diklaim telah meningkatkan posisi
biaya relatif terkait dengan kurva pengalaman.
Matrik tersebut memasukkan produk di sebuah portofolio ke dalam satu dari
empat kuadran kategori dan meresepkan strategi-strategi tertentu, seperti
memerah sapi, berinvestasi pada bintang, membuang anjing, dan memilih tanda
tanya ke dalam produk-produk yang ingin didukung saat produk-produk
tersebut menjadi bintang, dan mereka yang diharapkan dapat menjadi anjing.
Portofolio produk yang seimbang terdiri atas tanda tanya, bintang, dan sapi
perah uang. Sapi perah uang menghasilkan aliran uang yang mendukung tanda
tanya. Saat tanda tanya menumbuhkan pangsa pasar relatifnya dan menjadi
bintang, mereka memantapkan sebuah posisi di pasar yang akhirnya akan
menghasilkan aliran uang tunai positif yang sangat kuat. Hal ini terjadi
ketika sebuah produk utama mempertahankan posisinya pada pasar yang sudah
matang.
b.
Keakraban Pelanggan
Pada tahap ini dapat dikenali identitas, riwayat, tuntutan, harapan dan
pilihan pelanggan. Wawasan mengenai pelanggan akan membantu dalam membuat
putusan CRM yang baik. Oleh karena itu, diperlukan basis data pelanggan
untuk mendukung pelaksana strategi CRM dalam mengambil keputusan.
Untuk perusahaan yang akan membuat basis data pelanggan, ada beberapa
langkah dalam membangun basis data pelanggan (O’Connor & Galvin 2001,
diacu dalam Buttle 2007), yaitu sebagai berikut :
1.
Penentuan fungsi basis data
Pada umumnya, basis data perusahaan mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi
operasional dan fungsi analitis. Fungsi operasional basis data adalah
membantu kelancaran proses bisnis, sedangkan fungsi analitis basis data
adalah memudahkan perusahaan dalam meningkatkan keuntungan yang mereka
ciptakan untuk dan dari pelanggan.
2.
Penentuan kebutuhan informasi
Dalam basis data CRM ada beberapa informasi penting mengenai pelanggan,
antara lain :
· Data pelanggan, meliputi nama, alamat rumah, nomor telepon, alamat
e-mail, tanggal lahir.
· Sejarah pelanggan, meliputi data tentang siapa yang menghubungi
pelanggan, kapan, dan apa hasilnya.
· Sejarah transaksi, meliputi barang-barang apa saja yang telah dibeli oleh
pelanggan.
3.
Pengidentifikasian sumber informasi
Informasi untuk basis data dapat dicari baik secara internal maupun
eksternal. Dalam data internal dapat diperoleh profil pelanggan. Para
penjual mungkin memiliki catatan tentang sejarah pembelian pelanggan. Jasa
layanan pelanggan mungkin memiliki catatan tentang tingkat kepuasan
pelanggan.
4.
Pemilihan pijakan teknologi basis data dan perangkat kerasnya
Ada berbagai cara untuk menyimpan data, yaitu bertingkat (hierarkis),
sistem jaringan (network), dan relasional. Saat ini, yang menjadi kerangka
standar untuk basis data CRM adalah cara penyimpanan basis data relasional.
Pemilihan teknologi basis data disesuaikan dengan aplikasi CRM yang akan
dibuat atau dibeli. Teknologi basis data yang dapat dipilih antara lain
Oracle atau SQL Server.
5.
Pembuatan atau pembelian aplikasi untuk mengakses dan memproses
informasi
Pengguna basis data pelanggan harus dapat mengambil data yang tepat dengan
cepat untuk aplikasi operasional maupun analisis apapun, oleh karena itu
dibutuhkan aplikasi CRM. Aplikasi CRM meliputi aplikasi pemasaran, aplikasi
layanan, dan aplikasi penjualan.
6.
Pengisian basis data
Setelah memutuskan informasi apa yang dibutuhkan, bagaimana menyimpannya,
dan bagaimana menggunakannya, tugas berikutnya adalah mengambil data dan
memasukkan data ke dalam basis data.
7.
Pemeliharaan basis data
Pada perusahaan yang besar, diperlukan data warehousing untuk menyimpan
data dengan jumlah besar. Volume data bisa mencapai tingkatan terabyte,
misalnya 240byte data. Pencarian informasi yang berharga dari data
warehouse tersebut, dilakukan dengan data mining.
c.
Pengembangan jaringan
Tahap ini untuk mengidentifikasi, menjelaskan, dan mengelola hubungan
dengan anggota jaringan dalam perusahaan. Jaringan mencakup anggota dari
luar seperti supplier, mitra usaha dan juga pihak internal yang penting,
yaitu pegawai. Dalam pengem-bangan jaringan, terdapat beberapa proses yang
dapat dilakukan, diantaranya :
1.
Identifikasi jaringan
Identifikasi jaringan bagi praktisi CRM mengandung sejumlah pelajaran.
Sejumlah pelajaran tersebut dapat dibagi menjadi tiga langkah, yaitu :
a.
Penentuan kebutuhan jaringan
Penentuan berbagai tugas bisnis yang harus dikerjakan guna menghasilkan dan
menyampaikan nilai pada para pelanggan. Hal ini dapat berupa tugas yang
dikerjakan oleh pemasok, distributor, mitra usaha, atau pegawai.
b.
Identifikasi keahlian jaringan
Sebuah perusahaan dapat bermitra dengan anggota jaringannya untuk
mengeksploitasi berbagai kesempatan yang tidak dapat dilakukan sendiri.
Untuk mengetahui keahlian jaringan, perlu melihat kembali posisi jaringan
saat ini untuk menentukan para anggota jaringan saat ini dan menilai apakah
mereka memiliki sumber daya dan tekad untuk mengerjakan berbagai kegiatan
yang dibutuhkan.
c.
Pengaturan kinerja jaringan
Penentuan peranan jaringan dalam menghasilkan nilai untuk pelanggan.
Hendaknya dipantau seberapa baik jaringan yang ada bekerja dan mencari
berbagai cara untuk meningkatkan kinerjanya.
2.
Pemasaran internal (internal marketing)
Pemasaran internal dilakukan untuk memenangkan komitmen pegawai dengan CRM,
memasarkan strategi kepada pegawai seakan-akan hal tersebut merupakan
produk yang ingin mereka beli. Sasaran pemasaran internal mungkin
melibatkan tujuan umum, seperti memenangkan komitmen untuk strategi CRM,
memotivasi pegawai untuk mengadaptasi cara kerja yang baru, atau
mengembangkan budaya di mana suara pelanggan yang menjadi pusatnya.
3.
Jaringan eksternal
Pihak eksternal perusahaan terdiri dari tiga kelompok, yaitu pemasok,
investor dan mitra. Hubungan dengan ketiga pihak-pihak tersebut perlu
diatur.
Manajemen hubungan dengan pemasok merupakan tugas back office, yaitu bagian
kantor yang tidak terlibat dengan pembuatan ketetapan. Hubungan pemasok
diatur agar pemasok dapat menyediakan berbagai bahan yang tepat, pada waktu
yang tepat, dan dengan harga yang tepat sehingga memungkinkan perusahaan
melayani para pelanggan dengan baik.
Hubungan dengan investor juga perlu dibina supaya investor memahami bahwa
pengimplementasian CRM selain akan meningkatkan pendapatan, juga
membutuhkan biaya yang lebih banyak. Investor juga perlu memahami bahwa CRM
menghasilkan manfaat jangka panjang, sehingga investor lebih bersabar dalam
mendapatkan hasilnya.
Mitra merupakan rekan perusahaan dalam menciptakan nilai. Bentuk rekanan
dapat berupa joint venture atau rekan aliansi, kelompok kategori, kelompok
pembakuan mutu, pembuatan aturan, kelompok advokasi pelanggan, dan sponsor.
d.
Pengembangan proposisi nilai
Tahap ini melibatkan pengidentifikasian sumber-sumber nilai bagi pelanggan
dan penciptaan suatu proposisi dan pengalaman yang memenuhi kebutuhan,
harapan, dan pilihan pelanggan. Nilai dapat dipahami sebagai manfaat yang
diterima pelanggan. Semakin bertambah manfaat yang diterima dan berkurang
pengorbanan yang dilakukan pelanggan akan meningkatkan nilai yang diterima
pelanggan.
Nilai bagi pelanggan dapat diciptakan melalui 4P yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat (place) (McCarthy 1996, diacu dalam Buttle 2007). Nilai bagi pelanggan dapat juga diperoleh melalui 3P yaitu orang (people), bukti fisik (physical evidence), dan proses (process).
Nilai bagi pelanggan dapat diciptakan melalui 4P yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat (place) (McCarthy 1996, diacu dalam Buttle 2007). Nilai bagi pelanggan dapat juga diperoleh melalui 3P yaitu orang (people), bukti fisik (physical evidence), dan proses (process).
Selain itu, saat ini nilai bagi pelanggan dapat diciptakan dari komunikasi.
Ada tiga langkah yang dapat meningkatkan kekuatan komunikasi untuk
menciptakan nilai bagi pelanggan, yaitu :
1. Disintermediasi
Proses ini berusaha untuk menghilangkan mediator antara pelanggan dengan perusahaan, sehingga pelanggan dan perusahaan dapat bertukar informasi secara langsung. Saat ini, perkembangan teknologi baru telah memungkinkan pelanggan dan perusahaan untuk bertukar informasi secara langsung dan cepat, salah satunya adalah melalui internet.
Proses ini berusaha untuk menghilangkan mediator antara pelanggan dengan perusahaan, sehingga pelanggan dan perusahaan dapat bertukar informasi secara langsung. Saat ini, perkembangan teknologi baru telah memungkinkan pelanggan dan perusahaan untuk bertukar informasi secara langsung dan cepat, salah satunya adalah melalui internet.
2. Personalisasi
Personalisasi berusaha menyesuaikan tawaran dan komunikasi dengan setiap pelanggan. Contoh dalam www.amazon.com adalah dengan memberikan salam, rekomendasi buku, dan profil pribadi yang disesuaikan untuk setiap pelanggan.
Personalisasi berusaha menyesuaikan tawaran dan komunikasi dengan setiap pelanggan. Contoh dalam www.amazon.com adalah dengan memberikan salam, rekomendasi buku, dan profil pribadi yang disesuaikan untuk setiap pelanggan.
3. Interaktivitas
Teknologi interaktif telah ada sejak kemunculan pesawat telepon. Baru-baru ini, internet telah memberikan perubahan revolusioner terhadap interaktivitas, yang dapat berupa pesan elektronik, obrolan online (chat), dan forum online.
Pengalaman pelanggan merupakan tanggapan secara keseluruhan dari pelanggan atas kinerja perusahaan. Pengembangan proposisi nilai dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang baik, sehingga pelanggan tersebut bertahan dalam perusahaan dan menceritakan pengalamannya kepada orang lain sehingga berpotensi menambah pelanggan baru.
Teknologi interaktif telah ada sejak kemunculan pesawat telepon. Baru-baru ini, internet telah memberikan perubahan revolusioner terhadap interaktivitas, yang dapat berupa pesan elektronik, obrolan online (chat), dan forum online.
Pengalaman pelanggan merupakan tanggapan secara keseluruhan dari pelanggan atas kinerja perusahaan. Pengembangan proposisi nilai dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang baik, sehingga pelanggan tersebut bertahan dalam perusahaan dan menceritakan pengalamannya kepada orang lain sehingga berpotensi menambah pelanggan baru.
e.
Pengelolaan siklus hidup pelanggan
Siklus hidup pelanggan adalah proses perusahaan dalam mendapatkan pelanggan
baru dan mempertahankan pelanggan dalam jangka waktu yang lama. Adapun
siklus hidup pelanggan meliputi :
1.
Mendapatkan pelanggan baru
Upaya untuk mendapatkan pelanggan baru dapat dilakukan antara lain dengan
promosi penjualan, periklanan, dan merchandising dalam toko, restoran,
bank, atau Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Salah satu media yang
paling banyak digunakan perusahaan untuk memperoleh pelanggan baru adalah
melalui web.
2.
Merawat dan mengembangkan nilai-nilai pelanggan yang ada
Perawatan pelanggan adalah upaya pemeliharaan hubungan jangka panjang
dengan pelanggan. Strategi perawatan pelanggan ada yang dilakukan dengan
cara positif, ada juga negatif. Perawatan pelanggan secara negatif mengunci
pelanggan dengan menghukum pelanggan jika melepaskan hubungan. Strategi CRM
melakukan perawatan pelanggan secara positif yaitu dengan menerapkan
nilai-nilai yang telah diidentifikasi pada tahap pengembangan proposisi
nilai.
Fase Urutan Utama Strategi CRM
Fase urutan utama dari strategi CRM merupakan penyederhanaan dari tahapan
utama rantai nilai CRM (Buttle 2007). Fase urutan utama dari strategi CRM
meliputi analisis, pengembangan sumber daya, dan penerapan.
a. Analisis
Fase analisis meliputi dua kegiatan utama yaitu analisis portofolio pelanggan dan analisis keakraban pelanggan. Fase ini bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus memahami jenis-jenis pelanggan.
Fase analisis meliputi dua kegiatan utama yaitu analisis portofolio pelanggan dan analisis keakraban pelanggan. Fase ini bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus memahami jenis-jenis pelanggan.
b.
Pengembangan sumber daya
Dalam fase ini terdapat kegiatan pengembangan jaringan dan pengembangan
preposisi nilai. Fase ini difokuskan pada pembangunan atau penguasaan
sumber daya untuk menciptakan dan menyampaikan nilai bagi pelanggan.
c. Penerapan
Dalam fase ini dilakukan pengelolaaan siklus hidup pelanggan. Pengelolaan siklus hidup pelanggan adalah tentang penerapan strategi CRM untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan telah diperoleh.
Dalam fase ini dilakukan pengelolaaan siklus hidup pelanggan. Pengelolaan siklus hidup pelanggan adalah tentang penerapan strategi CRM untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan telah diperoleh.
Link Download
Komentar
Posting Komentar