Manajemen Pemasaran - PENTINGNYA PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMASARAN
PENTINGNYA PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMASARAN
Saat ini konsumen begitu dimanjakan dengan berbagai produk yang dapat
dipilih untuk memenuhi kebutuhan. Era produsen mengendalikan konsumen telah
berlalu dan telah digantikan dengan era dimana konsumen memegang kendali.
Konsumen yang mendikte produk apa yang seharusnya diproduksi oleh
perusahaan. Perusahaan harus berfokus pada konsumen, konsumen adalah bagian
terpenting dari perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengerti
bagaimana konsumenya berperilaku. Pada dasarnya perilaku konsumen merupakan
tindakan atau perilaku, termasuk di dalamnya aspek-aspek yang mempengaruhi
tindakan itu, yang berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan produk
(barang dan jasa) guna memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen melibatkan
interkasi antara pengaruh (afeksi) dan kognisi, perilaku dan kejadian di
sekitar.
Untuk memahami konsumen dan mengembangkan strategi pemasaran perusahaan
harus memahami apa yang dipikirkan (kognisi) apa yang dirasakan (afeksi)
dan apa yang mereka lakukan serta kejadian sekitar yang mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan, dirasa, dan dilakukan konsumen.
Perilaku konsumen adalah dinamis artinya bahwa seorang individu konsumen,
suatu komunitas konsumen, atau masayarakat luas akan selalu berubah dan
bergerak sepanjang waktu. Hal ini berdampak tidak hanya pada studi perilaku
konsumen itu sendiri akan tetapi juga pada pengembangan strategi pemasaran.
Perilaku konsumen mempelajari dimana, dalam kondisi macam apa, dan
bagaimana kebiasaan seseorang membeli suatu produk dengan merk tertentu.
Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran dalam menyusun
kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian
suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran
masing-masing. Peran yang dilakukan tersebut adalah :
1.
Initiator
Individu yang mempunyai inisiatif untuk melakukan pembelian barang
tertentu.
2.
Influencer
Individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai
kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau
tidak.
3.
Decider
Individu yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan
dibeli, bagaimana membelinya.
Individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya.
5.
User
Individu yang mempergunakan barang atau jasa yang dibeli.
Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap
suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar
program pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut
diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.
Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa
membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting
bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi,
dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program
pemasaran perusahaan.
Adapun beberapa teori perilaku konsumen sebagai berikut :
1.
Teori ekonomi mikro
Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh
kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap
suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah
dikonsumsinya, dimana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan
marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa
produk yang lain.
2.
Teori psikologis
Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang
dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat
kompoleks dalam menganalisis peirlaku konsumen, karena proses mental tidak
dapat diamati secara langsung.
3.
Teori antropoligis
Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat
yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas sosial dan
sebagainya.
Analisis konsumen merupakan dasar dari managemen pemasaran. Perencanaan dan
strategi pemasaran harus disusun berdasarkan pemahaman akan konsumen yang
menjadi target pasar bagi perusahaan. Pentingnya pemahaman mengenai
konsumen dapat dijumpai dalam definisi pemasaran. Pemasaran adalah
aktivitas manusia yang diarahkan untuk memeuni kebutuhan dan keinginan
melalui proses pertukaran. Dari definisi tersebut ada dua hal penting.
Pertama pemasar berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan orang lain.
Kedua, pemasaran melibatkan studi tentang pertukaran dalam mana orang
saling menyerahakn sumber daya.
Agar menjadi pemasar yang berhasil mereka harus memahami factor-factor yang
mempengaruhi keinginan dan kebutuhan konsumen.
Alasan mempelajari perilaku konsumen dapat diiktisarkan sebagai berikut :
Alasan mempelajari perilaku konsumen dapat diiktisarkan sebagai berikut :
1. Analisis konsumen menjadi dasar bagi manager pemasaran. Hal ini membantu
manajer dalam :
a. menyusun bauran pemasaran.
b. segmentasi
c. defferensiasi dan product positioning.
d. menyediakan dasar analisisi lingkungan m
e. mengembangkan riset pemasaran.
2. Analisis konsumen memainkan peranan kritis dalam pengembangan kebijakan
publik.
3. Pengetahuan mengenai perilakuk konsumen mengembangkan kemampuan konsumen
untuk menjadi konsumen yang lebih efektif.
4. Analisis konsumen memberikan pengetahuan tentang perilaku manusia.
5. Studi perilaku konsumen memberikan 3 jenis informasi, yaitu :
a. Orientasi konsumen.
b. Fakta mengenai perilaku pembelian.
c. Teori yang membimbing dalam proses berfikir.
Singkatnya perilaku konsumen di pelajari agar lebih memahami tentang apa
yang di beli oleh konsumen, mengapa, dimana, kapan, dan seberapa sering ia
membeli. Pengetahuan ini kemudian di pakai untuk menciptakan cara untuk
memuaskan/memenuhi kebutuhan mereka dan menciptakan kebutuhan yang baik
untuk berkomunikasi dan mempengaruhi mereka. Jadi, itu semua adalah
kajian-kajian yang sangat mendasar dalam seluruh kegiatan pemasaran.
Sebagai pemasar, perilaku konsumen merupakan pegangan untuk benar-benar
menjadikan dirinya digerakkan oleh pasar atau konsumen ( to be market/consumer driven), sehingga mustahil bila seorang
pemasar atau ahli pemasaran mengabaikan pengetahuan dan pemahaman tentang
perilaku konsumen. Perilaku konsumen adalah dasar untuk membangun
keunggulan kompetitif.
Pengertian Pemasaran menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan
harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan
kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton,
1997). Pengertian tersebut dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran
sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan,
ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang/jasa kepada pembeli secara individual maupun
kelompok pembeli.
Perilaku konsumen sangatlah berkaitan dengan pemasaran. Kaitan antara
perilaku konsumen dengan pemasaran adalah perilaku konsumen sangat
mempengaruhi kelancaran proses pemasaran. Pemasar harus bisa memahami
perilaku atau sikap dari masing-masing individu yang menjadi sasarannya
dalam memasarkan produk dan jasa.
Perilaku setiap individu berbeda-beda. Perbedaan itu juga terdapat ketika
mereka mengkonsumsi barang dan jasa. Konsumen dengan pendapatan yang tinggi
dan kelas sosial atas, pasti mengkonsumsi barang yang berbeda dengan
konsumen dengan pendapatan rendah dan kelas sosial bawah. Dalam hal ini,
pemasar harus menerapkan strategi pemasaran yang berbeda antara konsumen
kelas sosial atas dengan konsumen kelas sosial bawah.
Dengan menerapkan strategi yang berbeda, maka pemasar dapat memasarkan
barang dan jasanya kepada kedua jenis konsumen tersebut dan apabila
didukung oleh produk dan pelayanan yang memuaskan konsumen, maka konsumen
akan menjadi loyal terhadap produk dan jasa tersebut. Apabila konsumen
bersikap loyal terhadap suatu produk dan jasa, maka pemasaran dari suatu
produk maupun jasa akan menjadi lancar dan hal tersebut akan meningkatkan
profit atau laba dari perusahaan tersebut.
Semakin loyal seorang konsumen terhadap suatu barang dan jasa, maka
produksi suatu barang dan jasa dalam perusahaan akan meningkat karena
permintaan terhadap barang dan jasa meningkat. Dengan naiknya permintaan,
maka produsen atau pemasar dapat meningkatkan produktivitas barang dan jasa
dan akan meningkatkan pemasukan perusahaan.
Pemasar harus berpegang pada konsep pemasaran, yang menentukan keinginan
target pasar dan memberikan kepuasan yang lebih baik daripada yang
diberikan oleh pesaing. Untuk membuat konsumen menjadi loyal kepada produk
yang dihasilkan, pihak pemasar harus mengetahui masing-masing kebutuhan
tiap-tiap konsumen dan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.
Perilaku konsumen menjadi dasar yang amat penting dalam pemasaran dan
periklanan. Riset konstan terhadap perilaku konsumen dan faktor−faktor yang
mempengaruhi perilaku pembelian sangatlah penting.
Setiap pemasar berkewajiban untuk memahami konsumen untuk meraih kesuksesan
dalam menjalankan bisnisnya. Tanpa mengenal konsumen, pemasar akan
mendapatkan kesulitan yang akhirnya dapat menjauhkannya dari konsumen. Jika
konsumen sudah jauh dari bisnis yang dijalankan pemasar, menjadi pertanda
bisnis yang sedang dijalanan dan dikembangkan akan berujung pada kegagalan.
Setidaknya terdapat 3 (tiga) hal yang wajib diketahui oleh pemasar atas
konsumennya, yaitu :
DAFTAR PUSTAKA
http://www.slideshare.net/somayspartan/konsep-dasar-perilaku-konsumen
konsepdasarperilakukonsumen.doc
02 Nopember 2014 18:37
02 Nopember 2014 18:37
http://ucanseeme-dhelya.blogspot.com/2013/01/hubungan-pemasaran-dan-perilaku-konsumen.html
02 Nopember 2014 18:46
02 Nopember 2014 18:46
Link download

Komentar
Posting Komentar