Manajemen Pemasaran - Evolusi Konsep Pemasaran
Dilihat dari beberapa aspek konsep marketing di zaman dahulu dan sekarang
memiliki beberapa perbedaan mendasar. Yang diketahui dan dipahami tentang
pemasaran oleh orang umum hanyalah tentang penjualan, promosi serta
bagaimana mendapatkan pelanggang yang lebih banyak. Itulah yang disebut Product Oriented atau Orinetasi Produk. Memang benar adanya bahwa
pemasaran dulu menggunakan konsep ini dalam menjual produknya. Perusahaan
hanya memiliki satu visi, yaitu : Bagaimana produk yang sudah diproduksi
dapat terjual dan sukses di pasar.
Jadi dengan kata lain, perusahaan melemparkan berbagai prosuk-produk yang
menjadi andalannya ke pasar. Perusahaan meramalkan bahwa produk itu akan
terjual habis. Dengan produk yang mudah didapat dan harga yang murah,
perusahaan memusatkan perhatiannya untuk mencapai efesiensi produksi yang
tinggi serta cakupan distribusi yang luas. Kelemahan konsep pemasaran ini
adalah pelayanan tidak ramah dan buruk. Umumnya hanya mengedepankan harga
jual produk yang murah untuk dapat bersaing dengan kompetitor.tingkat
persaingan belum sedemikian ketat seperti sekarang. Belum terlalu banyak
tumbuh pemain di lahan sejenis sehingga pemasaran hanya bermuara si selisih
harga jual.
Hal seperti itulah yang membekas di benak setiap orang tentang pemasaran,
yaitu hanya sebatas : Bagaimana untuk menjual. Maka mulai muncullah
berbagai penelitian-penelitian, pembelajaran-pembelajaran dan berbagai
perkembangan di dunia pemasaran. Evolusi pemasaran telah terjadi.
Di masa sekarang, konsep pemasaran sudah sangat jauh berkembang merambah ke
aspek-aspek yang menyangkut kepuasan pelanggan. Produk dengan kualitas yang
baik dan murah sudah tidak dapat menjadi jurus yang selalu diandalkan dalam
bersaing. Pelanggan sudah dihadapkan dengan berbagai macam pilihan produk
dengan harga dan kualiats yang hampir-hampir tidak jauh berbeda. Untuk
itulah lebih ditonjolkan faktor-faktor diluar hanya menjual saja. Sales
menjadi faktor yang tidak kalah penting yang bermuara pada aspek pemenuhan
kepuasan pelanggan.
Konsep pemasaran terkini disebut “Customer Oriented” atau
orientasi pelanggan. Key word dari konsep ini ada 2, yaitu :
pelanggan dan pasar. Perusahaan kini telah semakin mengerti bahwa kekuatan
besar yang menggerakkannya adalah pelanggan dan pasar. Sebagai pemasar,
kita harus mengerti bahwa kelangsungan (sustainability) dan
perkembangan (profitability) pasar sangat tergantung pada
bagaimana perusahaan dapat mengelolah portofolio pelanggan. Pelanggan
adalah aset utama perusahaan.
Melalui konsep ini, pemasaran semakin mengalami perkembangan pesat, yang
dulu hanya bertujuan untuk menjual produk, tapi sekarang juga bagaimana
menjaga dan mengelolah hubungan dengan pelanggan. Pemasaran yang
berorientasikan pelanggan akan mengintegrasikan antara apa yang diinginkan
perusahaan, yaitu kelangsungan dan perkembangan perusahaan, dengan apa yang
diinginkan pelanggan, yaitu kepuasan atas produk dan jasa yang diterima.
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja
(atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat
kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan
harapan.
Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu :
1. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan, contoh : Wiraniaga Toko
Daging A menunjukkan daging yang dibutuhkan seorang pelanggan. Ia
menanyakan berapa kg yang diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.
2. Memenuhi harapan pelanggang dengan cara membuat mereka akan kembali lagi
membeli, contoh : Wiraniaga Toko Daging B menunjukkan jenis daging yang
dibutuhkan seorang pelanggan. Ia juga menunjukkan jenis daging yang lain
(disesuaikan dengan masakannya), kemudian ditimbang dan dibungkus.
3. Melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan, contoh :
Wiraniaga Toko Daging C (selain seperti Wiraniaga Toko Daging B) juga
menjelaskan tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis
daging. Setelah itu ditimbang, dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum
serta mengucapkan terima kasih.
Dari ketiga taraf diatas, keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai
apabila sudah mencapai ketaraf 3, yaitu yang paling memberikan kepuasan
kepada pelanggan.
Setiap orang di industri mempunyai pelanggan yang harus dipuaskannya.
Langkah pertama dalam usaha memuaskan pelanggan adalah menentukan dan
mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang berbeda dapat
pula berlainan kebutuhannya dan juga berbeda perioritasnya, tetapi pada
dasarnya kebutuhan-kebutuhan umum hampir sama.
Untuk aktifitas promosi di masa sekarang di mana IPTEK sudah semakin
berkembang, media-media yang digunakan untuk berpromosi sudah semakin
bervariatif. Perusahaan semakin sekektif dalam memilih media berpromosi
baik dalan kategori above the line maupun below the line
yang penggunaannya sangat bergantung pada sasaran promosi yang hendak
dicapai. Tidak ketinggalan media televisi, radio dan media cetak seperti
koran majalah dan lain-lain menjadi pilihan berpromosi sekarang. Dan saat
ini ketika internet sedang booming bisa menggunakan iklan pada search engine atau banner pada situs-situs terkenal. Bahkan
beberapa perusahaan bukan hanya menggunakan media online untuk berpromosi
tapi juga dapat melakukan transaksi secara online, yang merupakan kategori above the line. Selain itu juga dengan menggunakan media promosi
mulai dari diskon, hadiah pada event tertentu yang merupakan kategori below the line.
Yang dulunya hanya berorientasikan produk, bagaimana produk itu terjual
habis entah bagaimana pun caranya, hanya memikirkan jangka pendek.
Sekarang, perusahaan semakin mengerti, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan
pelanggan untuk kelangsungan dan perkembangan perusahaan dalam jangka
panjang tentunya.
DAFTAR PUSTAKA
2011. Evolusi Pemasaran!. Dari
http://marketsip.wordpress.com/2011/11/16/evolusi-pemasaran-2/
, 22 September 2014
Link download
Komentar
Posting Komentar