Komunikasi Bisnis Lintas Budaya
***Memahami Budaya dan Perbedaannya***
1.
Definisi Budaya
Berikut ini adalah definisi tentang budaya :
Berdasarkan beberapa pengertian budaya tersebut, ada beberapa hal penting
yang perlu diperhatikan, antara lain bahwa budaya mencakup sekumpulan
pengalaman hidup, pemrograman kolektif, system sharing, dan tipikal
karakteristik perilaku setiap individu yang ada dalan suatu masyarakat,
termasuk di dalamnya tentang bagaimana sistem nilai, norma, simbol-simbol,
dan kepercayaan atau keyakinan mereka masing-masing.
2.
Komponen Budaya
Budaya mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, terutama yang berkatian
dengan dimensi hubungan antarmanusia.
Menurut Cateora, budaya memiliki beberapa elemen, yaitu budaya material,
lembaga sosial, sistem kepercayaan, estetika, dan bahasa.
a.
Budaya Material
dibedakan kedalam dua bagian, yaitu teknologi dan ekonomi. Teknologi
mencakup teknik atau cara yang digunakan untuk mengubah atau membentuk
material menjadi suatu produk yang dapat berguna bagi masyarakat pada
umumnya. Ekonomi dalam hal ini dimaksudkan sebagai suatu cara orang
menggunakan segala kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat
bagi dirinya maupun orang lain.
b.
Organisasi Sosial
dan pendidikan adalah suatu lembaga yang berkaitan dengan cara bagaimana
seseorang berhubungna dengan orang lain, mengorganisasikan kegiatan mereka
untuk dapat hidup secara harmonis dengan yang lain, dan mengajar perilaku
yang dapat diterima oleh generasi berikutnya.
c.
Sistem Kepercayaan
atau keyakinan yang dianut oleh suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap
sistem nilai yang ada di masyarakat tersebut. Keyakinan yang dianut oleh
suatu masyarakat juga akan mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan mereka.
d.
Estetika
berkatian dengan seni, dongeng, hikayat, musik, drama dan tari-tarian.
Nilai-nilai estetika yang ditunjukkan mesyarakat dalam berbagai peran
tentunya perlu dipahami secara benar, agar pesan yang disampaikan mencapai
sasaran secara efektif.
e.
Bahasa
adalah suatu cara yang digunakan seseorang dalam mengungkapkan sesuatu
melalui simbol-simbol tertentu kepada orang lain.
3.
Tingkatan Budaya
Menurut Murphy dan Hildebrandt, dalam dunia praktis terdapat tiga tingkatan
budaya, yaitu : formal, informal dan teknis.
a.
Formal
Budaya pada tingkatan formal merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan yang
dilakukan oleh suatu masyarakat yang turun-temurun dari satu generasi ke
generasi berikutnya dan hal itu bersifat formal/resmi.
b.
Informal
Pada tingkatan ini, budaya lebih banyak diteruskan oleh suatu masyarakat
dari generasi ke generasi berikutnya melalui apa yang didengar, dilihat,
dipakai (digunakan) dan dilakukan, tanpa diketahui alasannya mengapa hal
itu dilakukan.
c.
Teknis
Pada tingkatan ini, bukti-bukti dan aturan-aturan merupakan hal yang
terpenting. Terdapat suatu penjelasan yang logis mengapa sesuatu harus
dilakukan dan yang lain tidak boleh dilakukan. Pembelajaran secara teknis
memiliki ketergantungan sangat tinggi pada orang yang mampu memberikan
alasan-alasan yang logis bagi suatu tindakan tertentu.
4.
Mengenal Perbedaan Budaya
Perbedaan budaya dapat dilihat dari nilai sosial, peran dan status,
kebiasaan mengambil keputusan, sikap terhadap waktu, penggunaan
ruang/jarak, konteks budaya, bahasa tubuh, hukum perilaku etis, dan
perbedaan budaya perusahaan.
a.
Nilai-Nilai Sosial
Nilai nilai sosial yang tumbuh dan berkembang si suatu negara bisa jadi
berbeda dengan negara lain.
b.
Peran dan Status
Budaya menuntun peran yang akan dimainkan seseorang, termasuk siapa
berkomunikasi dengan siapa, apa yang mereka komunikasikan, dan dengan cara
bagaimana mereka berkomunikasi. Begitu pula dalam konsep status, yang cara
pandangnya berbeda antara negara satu dengan negara yang lain.
c.
Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para manajemen puncan
antara negara yang satu dengan negara yang lain berbeda, ada yang cepat
tetapi ada juga yang lambat.
d.
Konsep Waktu
Penilaian terhadap waktu antara negara yang satu dengan negara yang lain
juga berbeda, ada yang ketat tetapi ada juga yang longgar/luwes.
e.
Konsep Jarak Komunikasi
Sebagaimana masalah waktu, menjaga jarak komunikasi juga berbeda untuk
budaya yang berbeda.
f.
Konteks Budaya
Salah satu dari berbagai macam cara orang menyampaikan pesannya kepada
orang lain sangat ditentukan konteks budaya.
g.
Bahasa Tubuh
Perbedaan bahasa tubuh sering kali menjadi sumber kesalahpahaman
berkomunikasi lintas budaya. Sering kali orang perlu mewaspadai antara kata
yang diucapkan dengan gerakan-gerakan tubuhnya agar dapat diketahui apa
maksud yang sebenarnya.
Bentuk bahasa tubuh lainnya adalah kontak mata. Mata adalah salah satu
bagian tubuh yang sangat ekspresif.
h.
Perilaku Sosial
Apa yang dianggap sopan di suatu negara bisa jadi dianggap kurang sopan di
negara lain. Selain itu, perilaku sosial antara negara satu dengan yang
lain juga bisa menjadi penghampat berkomunikasi.
i.
Perilaku Etis
Perilaku yang etis dan tidak etis antarnegara pun bisa berbeda. Di beberapa
negara perusahaan diharapkan membayar sejumlah uang secara resmi untuk
persetujuan kontrak pemerintah. Pembayaran tersebut dianggap sebagai hal
yang rutin.
j.
Perbedaan Budaya Perusahaan
Budaya organisasi adalah cara perusahaan dalam melaksanakan sesuatu. Dengan
kata lain, budaya organisasi mempengaruhi cara orang bereaksi dengan orang
lain.
***Komunikasi dengan Orang Berbudaya Asing***
1.
Belajar Tentang Budaya
Ketika merencanakan untuk melakukan bisnis dengan orang yang memiliki
budaya berbeda, seseorang akan dapat berkomunikasi secara efektif bila ia
telah mempelajari budayanya.
Disamping itu, ketika tinggal di negara lain alangkah baiknya orang
tersebut juga sedikit banyak mengenal budaya maupun adat istiadat yang
berlaku di negara tersebut.
Berikut ini adalah contoh komunikasi lintas budaya ketika melakukan
perjalanan ke suatu negara :
2.
Mengembangkan Ketrampilan Komunikasi Lintas Budaya
Mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh seseorang tentang budaya tertentu
sebenarnya merupakan suatu cara yang baik untuk menemukan bagaimana
mengirim dan menerima pesan-pesan lintas budaya secara efektif.
Mempelajari ketrampilan komunikasi lintas budaya pada umumnya akan membantu
seseorang beradaptasi dalam setiap budaya, khususnya jika seseorang
berhubungan dengan orang lain yang memiliki budaya berbeda.
3.
Negosiasi Lintas Budaya
Orang yang berasal dari budaya yang berbeda sering kali mempunyai
pendekatan negosiasi yang juga berbeda. Tingkat toleransi untuk suatu
ketidaksetujuan pun bervariasi.
Negosiator dari budaya yan gberbeda mungkin menggunakan teknik pemecahan
masalah dan metode pengambilan keputusan yang berbeda.
***Kesimpulan***
Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah
memberikan peluang untuk berkomunikasi dengan seseorang yang berbicara
dengan bahasa dan budaya yang berbeda. Pengembangan keterampilan komunikasi
bisnis lintas budaya menjadi semakin penting artinya, mengingat
kecenderungan dunia bisnis yang semakin global.
Terdapat tiga tingkatan budaya, yaitu: formal, informal, dan teknis.
Kendala utama dalam komunikasi lintas budaya adalah perbedaan budaya dan
masalah bahasa. Perbedaan budaya sering kali menjadikan komunikasi tikak
efektif.
Perbedaan budaya dapat ditunjukkan dalam nilai-nilai social, ide status,
kebiasaan pengambilan keputusan, sikap terhadap waktu, pengaturan jarak
bicara, konteks budaya, bahasa tubuh, adat-istiadat, perilaku hukum dan
etika.
Seseorang dapat mempelajari budaya tertentu dengan cara membaca buku-buku
dan artikel, berbicara dengan orang ynag menjadi bagian dari suatu budaya,
belajar bahasanya, sejarah suatu budaya suatu Negara, agama, politik,
nilai-nilai, dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat suatu
Negara.
***DAFTAR PUSTAKA***
Purwanto, Djoko, 2011. Komunikiasi Bisnis, Jakarta: Erlangga
Link download
Komentar
Posting Komentar